SERA
SERA
SERA
SERA
SERA
SERA

Apa itu E-Logistik dan Bagaimana Penerapannya?

Dalam beberapa tahun terakhir ini pertumbuhan belanja online (e-commerce) meningkat sangat tinggi itu termasuk di Indonesia. Pertumbuhan e-commerce ini pun erat kaitannya dengan komponen lain salah satunya adalah logistik. Kinerja bisnis e–commerce ini berkaitan dengan sistem logistik dan manajemen supply chain. 

Logistik pada e-commerce erat kaitannya dengan e-logistik yang memiliki alur yang lebih sederhana daripada ritel offline yang memerlukan gudang. Dalam platform e-logistik, penyedia hanya menjadi sarana pemasaran, mendata barang yang masuk dan ke luar, serta bekerja sama dengan perusahaan logistik untuk pengiriman.

Sebenarnya di Indonesia, sistem perpindahan logistik dalam bisnis e-commerce sebagian besar masih menggunakan cara manual. Padahal menurut lembaga riset asal Inggris, Merchant Machine, Indonesia memimpin negara-negara lain sebagai negara dengan pertumbuhan e-commerce tercepat di dunia. Pada tahun 2018, pertumbuhannya mencapai presentase 78%. Meksiko menjadi negara yang menduduki peringkat kedua tercepat dalam pertumbuhan e-commerce dengan pertumbuhan 59% pada 2018. Sementara itu, Filipina berada di urutan ketiga dengan pertumbuhan e-commerce sebesar 51%.

Tantangan e-logistik di negara berkembang diantaranya adalah sistem ekonomi yang belum stabil, belum meratanya infrastruktur, kepercayaan dan privasi dari konsumen, hambatan dalam proses pengiriman logistik, masalah keamanan, dan hambatan geografis.

Meski begitu karakteristik transaksi e-logistik memiliki perbedaan dengan transaksi perdagangan biasa, seperti berikut ini. 

Tidak ada batasan jarak dalam transaksi

Transaksi jual beli barang dalam e-logistik memudahkan siapapun dapat memasarkan produknya hingga ke daerah pelosok sekalipun. Berbeda dengan dulu di mana hanya perusahaan besar saja yang dapat memasarkan produknya hingga ke pelosok bahkan luar negeri. 

Kini dengan kemudahan akses internet dan memanfaatkan situs web, pembuatan akun pada aplikasi-aplikasi e-commerce, atau memasang iklan di situs-situs internet dengan waktu yang fleksibel siapapun dapat melakukan transaksi dagang. Kelebihan lainnya adalah dapat diakses selama 24 jam dan dapat dijangkau oleh pelanggan dari seluruh dunia.

Transaksi anonim

E-logistik dalam e-commerce memungkinkan para penjual dan pembeli melakukan transaksi secara anonim melalui internet dan tidak harus bertatap muka satu sama lain. Kemudahan ini berkorelasi dengan pembayaran yang telah diotorisasi oleh penyedia sistem pembayaran yang telah ditentukan.

Produk barang tak berwujud

Banyak perusahaan yang bergerak di bidang e-logistik dengan menawarkan barang tak berwujud seperti data, software, dan ide-ide yang dijual melalui internet.

Manfaat dan Hambatan Penerapan E-Logistik

Manfaat dari e-logistik adalah meningkatkan layanan pelanggan, meminimalkan biaya dan juga memenuhi tenggat waktu pengiriman produk. Ini membantu mengembangkan kontrol inventaris berbasis web dan juga membantu dalam membangun hubungan dengan perusahaan logistik besar.

Hanya saja di negara berkembang tentu masih ada permasalah dalam penerapan e-logistik ini seperti belum optimalnya infrastruktur. Bukan hanya infrastruktur jalan saja tapi juga infrastruktur telekomunikasi yang belum optimal dan akses komputer yang pendek menciptakan hambatan dalam logistik elektronik. Biaya akses internet juga mengakibatkan hambatan pada logistik elektronik ini.

Salah satu pemain besar di industri transportasi dan jasa pengelolaan logistik ini di Indonesia adalah PT Serasi Autoraya (SERA) anak perusahaan PT Astra International Tbk. Saat ini SERA dikenal luas sebagai salah satu perusahaan layanan transportasi dan logistik terbesar di Indonesia.

SERA menawarkan berbagai produk jasa terbaik dalam bentuk jasa solusi transportasi, penjualan kendaraan bekas, dan jasa pengelolaan logistik. Dengan demikian, pasar nasional dapat mengakses solusi transportasi dan logistik yang terintegrasi sehingga dapat mewujudkan target pertumbuhan bisnis jangka menengah dan panjang demi pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.


1780
Tags
SERA