SERA
SERA
SERA
SERA
SERA
SERA

SERA Mengajak Siswa SD untuk Aman Berlalu Lintas

Jakarta – Suara gaduh murid kelas 5 memenuhi aula SDN 03 Gedong, Condet, Jakarta Timur. Sejumlah 150 anak sedang berlomba-lomba mengajukan diri untuk menjawab pertanyaan dari anggota Ditlantas Polda Metro Jaya, Bripda Intan tentang arti warna pada lampu lalu lintas.

"Merah berarti harus berhenti, kuning hati-hati, dan hijau berarti boleh jalan," jawab Siti ketika diberikan kesempatan oleh Bripda Intan dalam kegiatan sosialisasi SERA bertema "Indonesia Ayo Aman Berlalu Lintas" pada Jumat (21/09).

Acara yang merupakan hasil kerja sama PT Serasi Autoraya (SERA) dan Ditlantas Polda Metro Jaya itu menjadi wadah siswa memahami kaidah berlalu lintas yang aman. Mereka belajar fungsi dan cara mengenakan helm ketika naik motor, juga rambu-rambu lalu lintas.

"Kami sangat berterima kasih masih ada pihak yang peduli terhadap kelangsungan lalu lintas ke depannya, karena anak-anak yang kita ajarkan sekarang ini sekian tahun ke depan akan menjadi pelaku di jalan raya," ucap AKP Sri Pamuncak kepada SERA.

Tugas sehari-hari sub Dikyasa (pendidikan dan rekayasa), lanjut dia, adalah memberikan edukasi lalu lintas ke sekolah, dari tingkat PAUD sampai universitas. Bahkan, pihaknya turut memberikan sosialisasi kepada pengemudi jalan yang lebih dewasa.

"Sangat luar biasa, anak-anaknya tadi sangat antusias. Lagu-lagu tentang lalu lintas yang kami ajarkan cepat ditangkap, kemudian rambu-rambu yang ditanyakan juga bisa dijawab dengan benar setelah diberikan edukasi," kata AKP Sri.

Pihak sekolah, diwakili oleh Kepala Sekolah Titin Sukayati, turut menyampaikan terima kasih atas kesempatan yang diberikan oleh SERA dan Ditlantas sebagai narasumber. Dia berharap sosialisasi ini dapat memberikan efek domino.

"Harapannya ini disosialisasikan kembali oleh guru dan yang paling utama disampaikan ke orangtua murid karena pengguna jalan terbesar kan orangtua. Murid yang sudah dapat sosialisasi ini juga bisa ikut menyampaikan kepada orangtuanya," tutur Titin.

Sebelum kegiatan sosialisasi, pihak sekolah telah menerima bantuan dari SERA yang dimanfaatkan untuk membuat rambu-rambu lalu lintas. Rambu ini pun dipasang di lingkungan sekolah agar terlihat oleh siswa.

"Awalnya kenapa muncul ide ini karena sekolah ini kan ada pinggir jalan ya sehingga rawan kecelakaan lalu lintas. Anak nyebrang kalau tidak hati-hati bisa celaka," lanjut dia.

Pengetahuan berlalu lintas pun, menurut Titin, merupakan salah satu agenda penerapan budaya disiplin sekolah. "Karena berlalu lintas kan bagian dari disiplin. Lalu saya berpikir, di sekolah ini perlu sarana yang bisa memancing anak untuk disiplin."

Program tersebut sejalan dengan upaya SERA untuk memberikan manfaat sebagai bentuk tanggung jawab sosial dan lingkungan. Dalam pilar CSR "pendidikan", SERA berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan melalui pelatihan maupun bantuan infrastruktur penunjang kegiatan belajar mengajar.

Selain sosialisasi mengenai lalu lintas, beberapa program lain juga masih terus dijalankan, seperti SERA Mengajar dan Sekolah Binaan. Silahkan klik halaman ini  untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai program corporate social responsibility SERA.

6139
Tags