SERA
SERA
SERA
SERA
SERA
SERA

13 Maret 2026, Pembatasan Angkutan Barang Diberlakukan

Menjelang Hari Raya Idul Fitri, pemerintah selalu melakukan berbagai rekayasa lalu lintas untuk memastikan perjalanan mudik tetap lancar dan aman. Salah satu kebijakan yang rutin diterapkan adalah pembatasan operasional angkutan barang.

Tahun 2026, pemerintah melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menetapkan pembatasan operasional angkutan barang selama periode arus mudik dan arus balik Lebaran, yaitu mulai 13 hingga 29 Maret 2026.

Kebijakan itu mengatur lalu lintas jalan dan penyeberangan selama masa angkutan Lebaran 2026. Pembatasan berlaku di jalan tol maupun jalan arteri di berbagai wilayah Indonesia.

Meski begitu, kebijakan ini tidak bertujuan menghambat aktivitas ekonomi. Pemerintah justru ingin memastikan mobilitas masyarakat dan distribusi logistik tetap berjalan secara seimbang dan aman.


Baca juga: Begini Pentingnya Manajemen Logistik Tambang


Faktor Keselamatan Jadi Pertimbangan Utama

Salah satu alasan utama penerapan pembatasan angkutan barang adalah faktor keselamatan. Kebijakan ini berdasarkan evaluasi kepadatan lalu lintas, serta data kecelakaan selama periode mudik Lebaran di tahun-tahun sebelumnya.

Selain itu, pemerintah juga mempertimbangkan hasil analisis traffic modeling yang dilakukan bersama berbagai pemangku kepentingan.

Berdasarkan data Korps Lalu Lintas Kepolisian Negara Republik Indonesia pada 2024, kecelakaan lalu lintas yang melibatkan angkutan barang mencapai 27.337 kejadian, atau sekitar 10,4% dari total kecelakaan nasional.

Pada periode yang sama, kendaraan Over Dimension Over Load (ODOL) tercatat sebagai penyebab kecelakaan terbesar kedua, dengan 6.390 korban meninggal dunia.

Melihat angka tersebut, pengaturan operasional kendaraan berat selama periode mudik sangat tepat untuk menekan risiko kecelakaan di jalan.

Namun, tidak semua kendaraan angkutan barang terkena pembatasan. Beberapa diantaranya tetap diperbolehkan beroperasi, terutama yang mengangkut: BBM atau BBG, Hewan ternak, Pupuk, Bantuan bencana alam, serta Kebutuhan pokok masyarakat


Baca juga: 5 Jenis Alat Berat untuk Industri Tambang dan Keunggulannya


Menjaga Kelancaran Selama Periode Mudik

Selain aspek keselamatan, kelancaran lalu lintas juga menjadi pertimbangan penting dalam kebijakan ini.

Sebab, saat puncak arus mudik dan arus balik Lebaran, peningkatan jumlah kendaraan berat dapat berdampak terhadap kecepatan rata-rata kendaraan di jalan.

Bahkan peningkatan volume truk sebesar satu persen saja dapat memicu perlambatan lalu lintas yang cukup signifikan.

Tanpa pengaturan lalu lintas yang tepat, kemacetan panjang berpotensi terjadi dan justru menimbulkan kerugian ekonomi yang lebih besar, termasuk keterlambatan distribusi barang.

Karena itu, pembatasan operasional angkutan barang selama periode tertentu dinilai sebagai solusi yang seimbang antara kebutuhan mobilitas masyarakat dan kelancaran distribusi logistik.

Pemerintah juga telah mengumumkan kebijakan ini jauh hari sebelumnya, agar pelaku usaha dapat menyesuaikan jadwal operasional mereka.

Perusahaan logistik diimbau untuk merencanakan pengiriman dengan matang dan menyelesaikan distribusi sebelum masa pembatasan dimulai, pada 13 Maret 2026.


??Baca juga: Kesalahan yang Tidak Boleh Terjadi Saat Pengiriman Barang


Solusi Logistik untuk Pengiriman Jelang Lebaran

Bagi perusahaan yang perlu melakukan pengiriman barang menjelang maupun setelah Lebaran, perencanaan logistik yang baik menjadi kunci agar distribusi tetap berjalan lancar.

Salah satu solusi yang dapat dipertimbangkan adalah menggunakan layanan freight forwarding dari SELOG, anak usahaPT Serasi Autoraya (SERA) yang juga bagian dari Grup Astra.

Berpengalaman lebih dari 20 tahun, SELOG dikenal sebagai penyedia solusi logistik komprehensif, salah satunya layanan freight forwarding, baik domestik maupun internasional.

Selain freight forwarding,SELOG juga menghadirkan layanan logistik lainnya untuk menjadi solusi atas setiap kebutuhan bisnis. Mulai dari Trucking, Shipping, Warehousing, serta Project Cargo.

Layanan SELOG juga didukung penggunaan teknologi digital terkini yang tidak hanya memudahkan, tetapi juga efektif dan efisien bagi bisnis.

Salah satunya dengan kehadiran teknologi Astra Fleet Management Solution (AstraFMS) dan Warehouse Management System (WMS).

Informasi lebih lanjut tentang profil dan layanan SELOG, kamu bisa mengunjungi website resmi SELOGwww.selog.astra.co.id serta media sosial di instagram@selog_astra danLinkedin SELOG.

173
Tags
SELOG