Barang Elektronik yang Tidak Boleh Dicas di Bus

Tapi, meski bisa digunakan untuk mengisi baterai handphone, faktanya ada beberapa jenis gadget yang tidak disarankan untuk dicas dengan port USB di dalam bus. Karena bisa mengganggu sistem kelistrikan bus, bahkan berisiko kebakaran.
Bus pariwisata modern kini menawarkan berbagai fasilitas yang membuat perjalanan jarak jauh terasa lebih nyaman. Mulai dari kursi yang bisa direbahkan, AC, perangkat hiburan, hingga port USB untuk mengisi daya ponsel.
Tapi, meski bisa digunakan untuk mengisi baterai handphone, faktanya ada beberapa jenis gadget yang tidak disarankan untuk dicas dengan port USB di dalam bus. Karena bisa mengganggu sistem kelistrikan bus, bahkan berisiko kebakaran.
Mengapa Tidak Semua Gadget Aman Dicas di Bus?
Mayoritas bus hanya menyediakan port USB dengan kapasitas daya terbatas. Port itu hanya dirancang untuk kebutuhan ringan, seperti mengisi daya handphone.
Bahkan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) juga pernah mengimbau agar penumpang tidak menggunakan colokan di dalam bus untuk mengisi daya perangkat selain ponsel, kecuali dalam kondisi benar-benar diperlukan.
Alasannya sederhana. Semakin besar kapasitas baterai, tentu semakin besar juga arus listrik yang dibutuhkan saat proses pengisian daya. Jika banyak perangkat mengisi daya secara bersamaan, beban sistem kelistrikan bus ikut meningkat.
Selain itu, kualitas baterai setiap perangkat juga berbeda-beda. Perangkat dengan baterai yang sudah menurun performanya atau menggunakan komponen berkualitas rendah, akan lebih cepat panas berlebih saat sedang dicas.
5 Barang Elektronik yang Sebaiknya Tidak Dicas di Bus
1. Power Bank
Power bank menjadi salah satu perangkat yang paling sering dibawa saat bepergian. Sayangnya, perangkat sangat tidak disarankan untuk diisi daya di dalam bus.
Kapasitas baterainya jauh lebih besar dibandingkan ponsel. Beberapa produk bahkan punya kapasitas hingga puluhan ribu mAh.
Semakin besar kapasitasnya, semakin lama proses pengisian daya dan semakin besar pula kebutuhan arus listriknya. Bahkan jika kualitas baterai sudah kurang baik, risiko panas berlebih juga semakin tinggi.
2. Laptop
Laptop juga membutuhkan daya listrik yang jauh lebih besar dari smartphone. Karena itu, proses pengisian baterainya bisa memberi beban tambahan pada sistem kelistrikan bus.
Selain itu, adaptor laptop juga menghasilkan panas selama digunakan. Dalam kondisi tertentu, kombinasi beban listrik dan suhu tinggi dapat meningkatkan risiko gangguan pada instalasi listrik bus.
3. Tablet
Meski bentuknya lebih kecil dibanding laptop, tablet tetap punya kapasitas baterai yang cukup besar. Mengisi daya tablet dalam waktu lama bisa membuat perangkat maupun adaptor menjadi panas.
4. Smartwatch
Jam tangan pintar memang memiliki baterai yang kecil. Namun tidak semua produk dibekali sistem pengisian daya dengan standar keamanan yang sama.
Produk dari merek yang kurang dikenal atau menggunakan komponen berkualitas rendah berpotensi mengalami gangguan saat proses pengisian.
5. Kamera Digital
Baterai kamera, terutama kamera profesional, memerlukan proses pengisian yang relatif stabil. Mengisi baterai kamera selama perjalanan tidak hanya membebani sistem listrik bus.
Risiko Mengisi Daya Perangkat Berdaya Besar di Bus
Mengisi daya perangkat elektronik yang tidak sesuai dapat menimbulkan beberapa risiko, antara lain:
- Suhu perangkat meningkat (overheating)
- Baterai mengalami overcharging jika sistem pengamannya kurang baik
- Beban pada instalasi kelistrikan bus bertambah
- Risiko korsleting listrik meningkat jika terjadi gangguan pada kabel atau adaptor
- Dalam kondisi ekstrim, panas berlebih dapat memicu munculnya percikan api hingga kebakaran
Semua risiko itu memang tidak selalu terjadi. Namun, potensi bahayanya tetap ada sehingga penggunaan port USB di dalam bus tetap harus diperhatikan secara bijak.
Keselamatan Perjalanan Merupakan Prioritas
Fasilitas pengisian daya memang memberikan kemudahan bagi penumpang, tapi penggunaannya tetap harus disesuaikan dengan kapasitas sistem kelistrikan bus.
Jadi, menghindari pengisian daya perangkat berkapasitas besar merupakan langkah sederhana yang dapat membantu menjaga keselamatan selama perjalanan.
Selain itu, pastikan Anda memilih perusahaan penyedia layanan sewa bus pariwisata yang memiliki standar perawatan armada terbaik. Penyedia sewa bus pariwisata yang bisa jadi pilihan adalah TRAC, anak usaha dari PT Serasi Autoraya (SERA) yang juga bagian dari grup Astra.
TRAC menjamin setiap armada bus pariwisata yang digunakan dalam kondisi prima dan layak jalan, karena rutin melakukan perawatan dan pengecekan.
Layanan yang diberikan juga bersifat menyeluruh, termasuk bantuan pelanggan selama 24 jam penuh. Jadi lebih aman pastinya.
Untuk kemudahan pemesanan, pesan di aplikasi TRACtoGo yang bisa di download di Appstore dan Playstore. Atau bisa juga langsung dari website TRAC. Pilih armadanya, dan bayar langsung dengan praktis.
Informasi lebih lanjut tentang layanan TRAC, cek langsung ke website TRAC di https://www.trac.astra.co.id/ serta follow media sosial:
- Instagram @trac_astra
- Facebook TRAC-Astra Rent a Car
- Twitter (X) @TRACastra
PT Serasi Autoraya
© Copyright PT Serasi Autoraya 2026



