SERA
SERA
SERA
SERA
SERA
SERA

Modernisasi Logistik untuk Tingkatkan Efisiensi

Menteri Koordinator Perekonomian RI Darmin Nasution mendorong peningkatan transportasi barang yang efisien untuk menciptakan sistem logistik modern guna mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Tidak hanya mengandalkan transportasi darat seperti truk, juga transportasi berbasis rel (kereta) hingga transportasi laut dan udara.

Menurut Darmin, di negara-negara lebih maju, rangkaian kereta terbilang panjang, terutama kereta barang. Sebab, di sana, kereta tidak hanya dimanfaatkan sebagai angkutan masal orang, juga barang.

Poin lain yang juga disebutkan Damrin adalah pemanfaatan teknologi. Ia menjelasakan, diperlukan sistem informasi di kota mengenai alat angkutan, sarana, barang, harga, tarif dan jadwal. “Ini sebuah usaha besar. Ini juga membutuhkan transformasi ekonomi dan digital,” kata Darmin di Jakarta, seperti dikutip dari Media Indonesia, (14/09/2019).

Modernisasi cara kerja logistik dengan teknologi terus menjadi pembicaraan hangat di Indonesia. Seperti dikutip di Dailysocial.id, (09/05/2019), konsep ini dikenal dengan nama smart logistics. Tujuannya, menekan ongkos operasional dan pelayanan untuk konsumen tetap prima.

Menurut Huatai Securities, hasil implementasi smart logistics diprediksi akan maksimal. Pertama, gudang modern dapat menghemat 70 persen biaya ruang dibandingkan gudang tradisional. Kedua, smart logistik dapat mengurangi 80 persen biaya tenaga kerja di segmen pergudangan.

Ketiga, melalui pemantauan penuh seluruh proses transfer dan penyimpanan bahan, efisiensi dan tingkat akurasi akan semakin meningkat. Selain itu, dari big data yang dikumpulkan sistem smart logistics, perusahaan logistik dapat memberikan lebih banyak nilai tambah untuk pelanggan.

Ketua Umum Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Yukki Nugrahawan menuturkan, perlu komitmen dari pemerintah maupun swasta dalam merealisasikan smart logistics di Indonesia. Dari sisi pemerintah, dibutuhkan penguatan di sisi regulasi yang harus dieksekusi  cepat dengan perhitungan matang dan target waktu terarah oleh swasta.

Yukki menegaskan, dalam smart logistics, kebutuhan paling utama adalah digital mindset. Bukan sekadar mengubah proses manual jadi digital. Kita tidak mau hanya berhenti dalam pembuatan sistem saja, tapi harus ke arah yang lebih advance, menuju blockhain in logistics, misalnya,” ujar dia (Dailysocial.id).

Di Indonesia, konsep smart logistics sudah mulai menunjukkan perkembangan sedikit lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Sebab, sudah banyak pemain logistik konvensional yang sadar pentingnya transformasi teknologi.

Segmen tersebut tertolong dengan digitalisasi ekonomi yang mengharuskan sektor logistik mengambil peran di dalamnya. Meski begitu, proses edukasi mendalam masih dibutuhkan kepada para pelaku. Pasalnya, sektor logistik berangkat dari sektor yang tidak begitu terlalu familiar dengan pemanfaatan teknologi.

Dalam menyambut smart logisticsSELOG selaku anak perusahaan dari PT Serasi Autoraya (SERA) yang bergerak di bidang logistik juga mengadopsi digitalisasi dalam berbagai proses kinerjanya. Termasuk melalui Warehouse Management System (WMS), jasa pengelolaan dan penyimpanan barang untuk kebutuhan supply chain Anda.

WMS memungkinkan proses pelacakan secara kontinyu terkait penerimaan, penjemputan, pengiriman, dan penahanan barang, barang rusak, serta pesanan yang telah selesai. WMS juga memungkinkan pelanggan dapat melihat status persediaan barang hingga tingkat persedian yang rendah secara real time.

Secara umum, jasa layanan perusahaan logistik yang masih berafiliasi dengan Group ASTRA ini terbagi ke dalam layanan standar dan layanan solusi. Layanan standar meliputi same day service, next day service, dan regular service. Dengan layanan solusi, Anda tidak perlu khawatir apabila membutuhkan layanan khusus seperti layanan VPD (Valuable, Perishable, Dangerous Goods) untuk dokumen atau pengiriman paket dan barang berat yang terlalu besar untuk dikirimkan dengan layanan kargo biasa.

38
Tags
SELOG