SERA
SERA
SERA
SERA
SERA
SERA

Kenali Tanda Burnout dan Cara Mengatasinya

Beban kerja yang berat yang dilakukan secara rutin dalam jangka panjang bisa sangat melelahkan dan menguras waktu serta tenaga. Akibatnya, stres pun tak terhindarkan. Bukan sekedar stres biasa, tekanan akibat pekerjaan ternyata bisa mengakibatkan burnout syndrome.

Apa itu Burnout Syndrome

Burnout syndrome merupakan salah satu kondisi stres yang berhubungan dengan pekerjaan. Kondisi ini ditandai dengan kelelahan fisik dan emosional akibat ekspektasi dan kenyataan tidak berjalan sesuai yang dibayangkan.

Stres berkepanjangan juga bisa terjadi saat kewalahan dengan perintah atasan yang terus-menerus hingga melebihi kapasitas. Bila terus terjadi dan dibiarkan, karyawan mulai kehilangan minat pada pekerjaan dan tak lagi punya motivasi kerja.

Produktivitas kerja pun akhirnya menurun. Sindrom ini membuat penderitanya merasa kehabisan energi, merasa tak ada yang dapat membantu, putus asa, hingga sinis dan mudah marah. Timbul perasaan tak lagi bisa berbuat apa-apa di pekerjaan.

Baca juga : 5 Cara Mudah Menjaga Kesehatan Mental

Jika dibiarkan berlarut, kehidupan pribadi pun bisa terganggu. Bahkan bisa berdampak pada penyakit fisik seperti demam, flu, lambung dan lainnya.

Berbeda dengan Depresi

Depresi dan burnout adalah dua hal yang berbeda. Stres secara umum biasanya terjadi karena banyaknya tekanan yang menuntut secara mental dan fisik. Namun, penderita stres masih dapat membayangkan kalau semuanya berhasil diatasi, maka semua akan baik-baik saja.

Berbeda dengan burnout yang merupakan hasil dari stres berkepanjangan. Penderita burnout syndrome selalu punya perasaan “tidak cukup”.  Selain itu, timbul rasa lelah secara emosional, merasa hampa, dan seolah apa yang dilakukan hanya sia-sia.

Orang yang mengalami burnout syndrome tidak akan mampu melihat potensi sisi positif pada diri dan pekerjaannya. Serta selalu merasa kalau semua yang dilakukan seperti nggak ada artinya.

Satu lagi ciri pembeda burnout dan depresi adalah asal sumber masalahnya. Biasanya, burnout selalu berhubungan dengan pekerjaan. Sedangkan depresi tidak hanya karena pekerjaan, tetapi juga bisa karena keluarga, hubungan percintaan, atau hal pribadi lainnya.

Baca juga : Pentingnya Work Life Balance, Jangan Cuma Omong Kosong

Penyebab Burnout Syndrome

Burnout syndrome dapat terjadi karena beberapa kemungkinan. Seperti tidak mampu mengontrol apa yang terjadi pada pekerjaan, bayangan tentang pekerjaan yang tidak jelas, dinamika lingkungan kerja yang buruk (bullying), hingga pekerjaan yang terlalu monoton dan membosankan.

Kondisi itu diperparah karena tidak ada dukungan sosial (karena jenis pekerjaan yang terlalu mengisolasi diri), dan kehidupan pribadi pekerjaan tidak seimbang.

Setiap orang mungkin pernah merasa tidak berdaya, pekerjaan terlalu menumpuk, atau tidak dihargai ketika bekerja. Akibatnya timbul perasaan sangat malas untuk beranjak dari tempat tidur dan pergi ke kantor.

Tapi gejala burnout syndrome yang sesungguhnya tidak terjadi hanya dalam semalam. Kondisi ini umumnya terbentuk secara bertahap, dimana yang bersangkutan tidak merasakan gejala tertentu pada awal kemunculannya, tetapi kemudian menjadi lebih buruk seiring berjalannya waktu.

Baca juga : Ciri Lingkungan Kerja Toxic Yang Mesti Dihindari

3 Gejala Burnout Syndrome

Tubuh Mudah Lelah

Gejala burnout bisa mempengaruhi kondisi fisik. Ciri utamanya adalah kerap merasa lemas dan lelah, kehabisan energi, dan merasa buntu saat mengatasi masalah kerja.

Gejala fisik lainnya yang juga sering muncul, adalah sering sakit, sakit kepala dan nyeri otot, nafsu makan menurun, gangguan tidur, serta sakit perut atau masalah pencernaan.

Emosi tidak Stabil

Berikutnya burnout juga mempengaruhi emosional seseorang . Ciri dari kelompok gejala ini adalah mengasingkan diri dari aktivitas di tempat kerja. Merasa pekerjaannya amat banyak sehingga menyebabkan stres dan frustasi, hingga merasa asing di lingkungan kerja.

Gejala emosional lainnya yang sering muncul adalah merasa gagal dan meragukan diri sendiri, merasa tak ada yang membantu dan terjebak dalam pekerjaan, kehilangan motivasi, bersikap lebih sinis dan negatif serta merasa tidak puas dengan pekerjaan.

Produktivitas Menurun

Kedua gejala sebelumnya bisa menyebabkan gejala terakhir, yaitu mempengaruhi kebiasaan/perilaku. Cirinya suka menunda pekerjaan atau bahkan tidak mengerjakannya sehingga kinerja menurun dan menjadi tidak produktif.

Baca juga : Coba Ini Biar Kembali Produktif Dan Semangat Kerja Usai Liburan

Gejala lainnya yang bisa dikenali seperti makan berlebihan, mengonsumsi obat-obatan dan alkohol, melampiaskan rasa frustasi pada orang lain, hingga kesulitan konsentrasi dan menjadi tidak fokus saat bekerja.

Cara Mengatasi Burnout

Ada beberapa cara mengatasi burnout.  Pertama, komunikasikan apa yang dirasakan pada atasan. Jika mungkin, samakan persepsi mengenai pekerjaan yang dilakukan.

Kedua, bicarakan dengan orang lain (seperti rekan kerja atau orang terdekat) untuk membantu melegakan stres. Ketiga, batasi diri dari orang yang selalu berpikiran negatif tanpa menghadirkan solusi karena bisa menyebabkan Anda semakin terpuruk. 

Keempat, lakukan relaksasi untuk membantu menghilangkan stres. Kegiatan relaksasi tersebut di antaranya adalah yoga, meditasi, atau taichi. Kelima, rutin olahraga karena bisa membantu mengurangi stres, bahkan dapat mengalihkan beban pikiran dan terakhir istirahat yang cukup saat merasa lelah setelah beraktivitas.

Namun selain beberapa cara tadi, membangun hubungan yang baik dengan rekan kerja juga perlu dilakukan. Karena nggak jarang, pikiran positif tertular dari lingkungan yang juga positif.

Baca juga : Resolusi 2024 Yang Bisa Bikin Karir Melonjak

Makanya saat mencari lowongan kerja, pelajari dulu latar belakang hingga budaya kerja di perusahaan tersebut. Pilih perusahaan yang punya reputasi dan kredibilitas baik di bidangnya, seperti PT Serasi Autoraya atau SERA.

SERA merupakan perusahaan layanan transportasi dan logistik terbesar di Indonesia yang sudah berdiri sejak 22 Maret 1990. Perusahaan yang bernaung di bawah Grup Astra ini, rutin melakukan perekrutan karyawan untuk mengisi formasi atau posisi-posisi tertentu.

Hingga saat ini, SERA masih terus memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menduduki sejumlah posisi di perusahaan-perusahaan yang berada di bawah payung bisnisnya.

Untuk mengetahui lebih jelas informasi lowongan kerja SERA, bisa dilihat di situs resmi www.sera.astra.co.id atau bisa juga mengunjungi tautan berikut https://career.sera.astra.co.id/


151
Tags
SERA