SERA
SERA
SERA
SERA
SERA
SERA

Apa itu Ekonomi Hijau yang Diprediksi Jadi Akar Sustainability Bisnis

Sejak beberapa tahun terakhir berbagai kalangan masyarakat dunia menyerukan praktik kegiatan ekonomi yang mengedepankan keberlanjutan masa depan manusia dan alam yang dikenal dengan istilah ekonomi hijau. Istilah ini kemudian dirumuskan dan jadi slogan yang dikampanyekan di berbagai belahan dunia.

Pengertian Ekonomi Hijau

Secara sederhana ekonomi hijau diartikan sebagai kondisi ekonomi yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan manusia dan kesetaraan sosial, sekaligus mengurangi risiko lingkungan secara signifikan.

Paradigma baru ekonomi ini juga disuarakan keras di Indonesia. Bahkan pemerintah secara tegas ikut mendukung dan menyatakan telah menjalankannya.

Baca juga : Melihat Kebijakan Hilirisasi Dari Berbagai Sisi

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, akhir September 2023 lalu dalam sebuah seminar di Jakarta menyatakan kalau Indonesia punya modal yang kuat untuk menerapkan ekonomi hijau. Modal itu adalah pertumbuhan ekonomi nasional yang di atas 5 persen selama tujuh kuartal berturut, serta inflasi yang terkendali.

“Fundamental yang baik ini menjadi modal bagi Indonesia untuk mendorong ekonomi hijau sebagai sumber baru pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di masa depan,” kata Airlangga.

Terlebih kata Airlangga, Indonesia telah  meningkatkan komitmen Nationally Determined Contribution (NDC) target penurunan emisi dari 29 persen menjadi 31,89 persen  dengan usaha sendiri. Kemudian dari 41 persen menjadi 43,2 persen dengan bantuan internasional pada tahun 2030.

“Enhanced NDC ini diselaraskan dengan Strategi Jangka Panjang Rendah Karbon dan Ketahanan Iklim 2050 serta visi untuk mencapai net zero emissions pada tahun 2060,” tandas Airlangga.

Tidak berhenti sampai disitu. Pemerintah juga telah menetapkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk memprioritaskan proyek-proyek yang bertujuan mengatasi perubahan iklim dan mendorong kegiatan ramah iklim.

Baca juga : Melihat Pertumbuhan Ekonomi Di Tahun Politik 2024

Langkah Pemerintah Jalankan Ekonomi Hijau

Adapun langkah untuk menjadikan ekonomi hijau sebagai tumpuan baru pertumbuhan ekonomi nasional, pemerintah menetapkan harga karbon melalui perdagangan karbon dan pajak karbon dengan dasar Peraturan Presiden Nomor 98 Tahun 2021 tentang Nilai Ekonomi Karbon serta membentuk Bursa Karbon Indonesia.

Serta, mempercepat sektor energi baru dan terbarukan dengan menerbitkan Peraturan Pajak Penjualan Barang Mewah Kendaraan Listrik untuk mendongkrak permintaan kendaraan listrik.

Dengan begitu, industri otomotif tetap berkrembang dan memberi kontribusi bagi ekonomi nasional namun tetap memperhatikan keberlanjutan (sustainability) lingkungan.

Kemudian, pemerintah juga menggenjot program mandatori B35 yang dinilai lebih ramah lingkungan. Selain itu, dengan program ini stabilitas harga komoditas sawit. Artinya, dengan program itu aspek keramahan lingkungan terwujud dan laju roda ekonomi di sektor perkebunan tetap terjaga.

Itulah beberapa rangkaian program pemerintah untuk menjadikan ekonomi hijau sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional.

Baca juga : Memasuki Tahun Politik, Begini Proyeksi Pertumbuhan Sektor Logistik

Meski juga tidak bisa dipungkiri, untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi nasional yang berbasis ekonomi hijau juga membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, tak terkecuali stakeholder dari perusahaan yang juga punya fokus yang sama, seperti PT Serasi Autoraya atau SERA.

Sebagai bagian dari grup bisnis Astra, SERA juga berkomitmen untuk menjalankan bisnis yang berorientasi keberlanjutan (sustainability) demi kebaikan lingkungan. SERA hadir sebagai perusahaan transportasi dan logistik yang salah satunya menyediakan layanan sewa mobil listrik.

Informasi lebih lanjut tentang lini bisnis SERA, mulai dari rental mobil dan sewa bus pariwisata TRAC, balai lelang mobil bekas & lifestyle IBID, hingga jasa logistik SELOG, kunjungi situs resmi berikut situs resmi  https://www.sera.astra.co.id/

78
Tags
SERA