





This site uses cookie, to continue browsing this site means you agree to our cookie policy Find out more here. Use Latest Chrome version for the best experience.
Selain CV dan cover letter, portofolio kerja menjadi dokumen penting bagi banyak profesi, terutama di bidang kreatif, digital, marketing, hingga teknologi.
Di tahun 2026, dengan persaingan kerja semakin ketat, sehingga kandidat tidak cukup hanya mengandalkan daftar pengalaman di CV. Portofolio menjadi bukti konkret atas kemampuan dan kualitas kerja yang kamu miliki.
Secara sederhana, portofolio merupakan kumpulan hasil karya atau proyek yang pernah kamu kerjakan, baik secara individu maupun dalam tim.
Portofolio bisa berbentuk website pribadi, file PDF, Google Drive, LinkedIn, hingga platform seperti Behance atau GitHub. Tergantung bidang pekerjaan yang kamu geluti.
Lalu, bagaimana cara bikin portofolio kerja yang profesional dan menarik perhatian HRD? Berikut strategi lengkapnya.
Baca juga: Tips Ampuh Melamar Kerja Tahun 2026
Kalau kamu baru pertama kali membuat portofolio kerja, menggunakan template dasar memang tidak ada salahnya. Tapi, seiring berkembangnya karir, portofolio harus ikut berkembang.
Di era digital seperti sekarang, tampilan visual menjadi nilai tambah. Tidak harus memiliki keahlian desain grafis, tapi pastikan portofolio terlihat rapi, terstruktur, dan profesional. Fokuskan pada bagian yang benar-benar menunjukan keunggulanmu.
Pro Tips:
Gunakan layout yang bersih dan mudah dibaca
Pastikan navigasi sederhana (jika berbentuk website)
Gunakan maksimal 2–3 warna utama
Banyak kandidat hanya menuliskan daftar prestasi tanpa menyertakan contoh konkret. Padahal, HRD ingin melihat bukti.
Misalnya:
Kalau kamu pernah menang lomba menulis, sertakan artikel atau karya yang menang tersebut
Kalau kamu seorang desainer, tampilkan hasil desain lengkap beserta penjelasan konsepnya
Kalau kamu bekerja di bidang digital marketing, sertakan data performa campaign (engagement, leads, conversion)
Portofolio kerja adalah dokumen pembuktian dari apa yang kamu tulis di CV dan cover letter.
??Baca juga: Lowongan Kerja Februari 2026 SERA Grup Astra
Kesalahan umum saat membuat portofolio adalah memasukkan terlalu banyak informasi. Ingat, HRD memiliki waktu terbatas untuk meninjau setiap kandidat. Pilih karya berdasarkan:
Relevan dengan posisi yang dilamar
Menunjukkan kemampuan utama kamu
Paling representatif dan berkualitas
Kalau kamu melamar sebagai content writer, tidak perlu mencantumkan pengalaman menjadi MC, kecuali relevan dengan posisi tersebut. Kalau mau dibuat dalam versi digital, rekomendasinya bisa dibuat seperti:
Satu halaman website ringkas
File PDF
Link khusus yang berisi proyek pilihan
Bagian “About Me” sering dianggap sepele, padahal ini adalah pintu pertama yang dibaca HRD. Tuliskan deskripsi diri secara singkat, jelas, dan profesional. Fokus pada beberapa hal berikut, yakni:
Latar belakang pendidikan
Keahlian utama
Pengalaman relevan
Nilai atau karakter profesional yang kamu miliki
Hindari cerita terlalu personal atau bertele-tele. Cukup tampilkan informasi yang mendukung profesionalitas saja.
Desain yang terlalu ramai justru bisa mengurangi fokus pada isi portofolio. Gunakan desain minimalis agar karya kamu menjadi pusat perhatian. Perhatikan beberapa hal ini:
Gunakan font yang profesional dan mudah dibaca
Hindari warna terlalu mencolok
Pastikan tata letak konsisten
Kalau kamu yang tidak memiliki kemampuan desain, banyak platform seperti Canva atau website builder yang bisa membantu membuat portofolio kerja profesional dengan mudah.
Baca juga: Sudah Tahun 2026, Lakukan Ini Agar Cepat Dapat Pekerjaan
Belum punya pengalaman kerja? Jangan khawatir. Kamu bisa membuat simulasi proyek (mock-up). Misalnya:
Calon content marketer membuat contoh strategi konten brand fiktif
Desainer membuat re-design logo perusahaan terkenal
Social media specialist membuat simulasi kalender konten
Mock-up bisa menunjukan kalau kamu memahami bidang yang ingin kamu geluti.
Testimoni dari klien, atasan, atau rekan kerja akan meningkatkan kredibilitas portofolio kamu. Kalau pernah mengerjakan proyek freelance atau magang, coba minta ulasan singkat, seperti:
Cara kerja kamu
Kualitas hasil
Profesionalitas
Semakin banyak referensi positif yang diberikan, tentu akan jadi semakin besar juga peluang kamu dilirik HRD.
Cover / Halaman Utama
About Me
Keahlian Utama (Skills)
Pengalaman Kerja / Proyek
Kumpulan Karya (Portfolio Showcase)
Testimoni (jika ada)
Kontak
Struktur ini bisa tentu masih sangat bisa dikembangkan dan disesuaikan lagi dengan kebutuhan industri yang kamu tuju.
Portofolio yang kuat bukan hanya memperlihatkan apa yang pernah kamu lakukan, tapi juga menunjukan potensi masa depan yang bisa kamu berikan buat perusahaan.
Baca juga: Catat! Ini Deretan Profesi Paling Dicari Tahun 2026
Membuat portofolio kerja bukan sekadar formalitas, tapi juga strategi untuk memenangkanpersaingan kerja di tahun 2026. Tampilkan karya terbaikmu, susun secara profesional, dan pastikan relevan dengan posisi yang dilamar.
Selain itu, Pastikan juga perusahaan yang dituju memiliki budaya kerja positif, reputasi baik, dan prospek karir yang jelas. Salah satu yang bisa jadi pilihan adalahPT Serasi Autoraya (SERA).
SERA merupakan salah satuperusahaan transportasi, lelang dan logistik terbesar di Indonesia dan telah berdiri sejak tahun 1990 di bawah naungan Grup Astra. Hingga kini, SERA rutin membuka lowongan kerja untuk berbagai bidang dan posisi.
Informasi lebih detail kunjungi halamanhttps://career.sera.astra.co.id/. Pilih salah satu lowongan yang tersedia, lalu klik “Apply” dan ikuti prosesnya sampai selesai.
Jangan lupa juga follow media sosial SERA di instagram@serasiautoraya dan LinkedinSerasi Autoraya untuk mendapatkan info tentang tips karir danlowongan kerja terbaru.