SERA
SERA
SERA
SERA
SERA
SERA

5 Tantangan Pengiriman Alat Berat dengan Truk

Mobilisasi alat berat seperti excavator, bulldozer, hingga wheel loader merupakan hal krusial dalam proyek konstruksi atau pertambangan. Truk jadi salah satu armada yang sering digunakan untuk memastikan unit-unit raksasa itu tiba di lokasi kerja dengan aman dan tepat waktu.

Punya fleksibilitas tinggi, truk bisa menjangkau lokasi proyek yang tidak memiliki akses pelabuhan atau jalur kereta api. Pengiriman juga bisa dilakukan secara direct sehingga lebih praktis dan efisien.

Tapi, meski unggul dalam segala aspek, pengiriman alat berat dengan truk juga tidak lepas dari sejumlah tantangan yang ada. Berikut beberapa diantaranya yang perlu diketahui.

1. Risiko Beban Terpusat (Point Load) pada Lantai Truk

Tantangan utama bukan sekadar menghitung total tonase muatan, tapi juga mengantisipasi efek point load. Sebab, alat berat seperti crawler excavator akan memusatkan seluruh bobotnya pada area track atau roda yang relatif sempit.

Jika truk yang digunakan hanya memiliki lantai standar tanpa diperkuat lapisan plat baja, lantai truk bisa melengkung bahkan jebol di tengah jalan.

Baca juga: Rupiah Melemah Berdampak Langsung pada Bisnis Logistik

2. Malfungsi Sistem Hidrolik Saat Proses Loading

Proses menaikkan (loading) dan menurunkan (unloading) unit ke atas bak truk merupakan fase paling menantang. Jika kemiringan tangga jembatan (ramp table) terlalu curam, sistem hidrolik pada lengan atau sasis alat berat akan tertekan secara ekstrem.

3. Pengamanan Muatan yang Kurang Maksimal (Lashing & Choking)

Mengikat alat berat seberat belasan ton hanya menggunakan tali tambang atau sabuk kain (webbing sling) standar adalah kekeliruan fatal. Guncangan di jalan raya dapat dengan mudah memutus pengikat tersebut.

Tanpa teknik pengikatan silang (cross-lashing) dan ganjalan roda (choking) yang kokoh, unit dapat meluncur maju saat truk mengerem mendadak atau terlempar ke samping saat menikung tajam.

4. Kendala Hambatan Jalur Ekstrem (Over Dimension)

Truk yang mengangkut kargo Over Dimension sering terjebak infrastruktur jalan. Kabel listrik yang melintang rendah, batas ketinggian terowongan, hingga tikungan sempit menuju lokasi, bisa jadi hambatan yang berpotensi membuat unit gagal tiba di tujuan.

5. Kerusakan Modul Komputer dan Sensor Akibat Guncangan

Alat berat generasi modern sangat bergantung pada sensor elektrik dan modul komputer (ECU). Guncangan dengan frekuensi tinggi sepanjang Jalan terutama jika suspensi truk kurang memadai, bisa mengganggu kalibrasi sensor internal.

Akibatnya, saat tiba di lokasi tujuan, alat berat bisa mengalami error sistem dan tidak bisa dioperasikan secara normal.


Baca juga: Ekspor Impor Laut vs Udara: Biaya, Waktu, hingga Kapasitas


Tips Mengatasi Tantangan Pengiriman Alat Berat

Untuk meminimalisir potensi kerugian finansial akibat kerusakan atau keterlambatan alat berat, berikut adalah langkah mitigasi yang bisa diterapkan:


  • Gunakan Armada Khusus (Self-Loader): Prioritaskan truk Fuso tipe Self-Loader yang memiliki tangga hidrolik otomatis, agar transisi unit saat naik ke bak truk lebih mulus dengan sudut kemiringan yang aman.


  • Terapkan Cross-Lashing Rantai Baja: Ikat alat berat menyilang di empat titik sasis utama menggunakan rantai baja atau ratchet tie-down yang mampu menahan beban minimal 10 ton.


  • Lakukan Survei Rute Secara Digital: Manfaatkan teknologi pemetaan dan tim pemandu (spotter) di lapangan untuk memastikan rute yang dipilih bebas dari kabel utilitas rendah,  jembatan ringkih, atau tikungan terlalu sempit.


  • Lindungi Komponen Elektrikal: Sebelum truk diberangkatkan, pastikan panel kontrol alat berat dalam kondisi off, cabut sekring utama jika diperlukan, lalu bungkus panel luar dengan material kedap air.


Pengiriman Alat Berat dengan Mitra Logistik yang Tepat

Pengiriman alat berat membutuhkan armada yang memadai, perencanaan matang, serta tim profesional yang memahami karakteristik setiap unit. Dengan dukungan armada trucking yang tepat, proses mobilisasi alat berat bisa berjalan lebih aman, efisien, dan tepat waktu.


Baca juga: Mengenal Bill of Lading, Istilah Penting dalam Logistik


Salah satu perusahaan logistik yang punya layanan Trucking untuk mendukung kelancaran distribusialat berat adalah SELOG, anak usaha PT Serasi Autoraya (SERA) yang juga bagian dari Grup Astra.

Berpengalaman lebih dari 20 tahun, SELOG dikenal sebagai penyedia solusi logistik komprehensif, salah satunya layanan Trucking dengan pilihan armada yang beragam.

Selain Trucking, SELOG juga menghadirkan layanan logistik lainnya untuk jadi solusi atas setiap kebutuhan bisnis. Mulai dari Freight Forwarding, Shipping, Warehousing, serta Project Cargo.

Layanan SELOG juga didukung penggunaan teknologi digital terkini yang tidak hanya memudahkan, tetapi juga efektif dan efisien bagi bisnis.

Salah satunya dengan kehadiran teknologi Astra Fleet Management Solution (AstraFMS) dan Warehouse Management System (WMS).

Informasi lebih lanjut tentang profil dan layanan SELOG, kunjungi website www.selog.astra.co.id serta follow media sosial SELOG:


11
Tags
SELOG