SERA
SERA
SERA
SERA
SERA
SERA

Skema Contraflow di Tol Cipularang Akankah Dapat Mengurai Kemacetan?

PT Jasa Marga (Persero) Tbk sudah mulai melakukan uji coba rekayasa lalu lintas dengan skema contraflow di Tol Cipularang. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi terjadi kemacetan karena Jasa Marga melakukan perbaikan jalan di Km 118+600 yang terdampak longsor. 

Longsor akibat curah hujan tinggi yang mengguyur Kabupaten Bandung Barat sebelumnya berdampak pada ruang milik jalan Tol Cipularang. Seperti diketahui jika titik longsor Km 118+600 ruas tol Cipularang arah Jakarta hanya berjarak kurang dari 10 meter dari bahu jalan dan dikhawatirkan akan mengganggu kelancaran di sekitar jalan tersebut. 

Rekayasa lalu lintas ini dilakukan agar pengemudi tetap aman dan kondisi di sekitar jalan itu tidak terganggu akibat longsor yang terjadi. Uji coba sistem lawan arus atau contraflow ini akan dilakukan oleh Jasa Marga cabang Purbaleunyi selaku pengelola jalan tol berkoordinasi dengan Kepolisian setempat mulai dari Km 120+000 sampai dengan Km 118+100 jalan tol Cipularang arah Jakarta. 

Saat contraflow ini diberlakukan maka pengaturan kendaraan yang melewati jalur eksisting yaitu lajur 2 khusus untuk kendaraan besar. Sementara untuk kendaraan kecil (golongan I) akan diarahkan menggunakan lajur contraflow. 


Berikut rekayasa lalu lintas Km 118+600 Tol Cipularang

Alternatif 1 pengalihan arus lalin dari Bandung ke Jakarta, kendaraan kecil golongan I dan bus tetap menggunakan jalur tol Purbaleunyi. Kendaraan golongan II s/d V dikeluarkan di GT Padalarang Timur – diputarkan di kota baru Parahyangan – Padalarang – Cikalong Wetan – GT. Jatiluhur – Jakarta.

Alternatif 2 dari Bandung ke Jakarta, kendaraan kecil golongan I dan bus tetap menggunakan jalur tol Purbaleunyi. Kendaraan  golongan II s/d V yang tidak bisa melalui jalur tol Purbaleunyi dialihkan melalui Padalarang – Cipatat – Cianjur – Puncak – Ciawi menuju Jakarta.

Alternatif 3 dari Bandung ke Jakarta, seluruh Kendaraan tetap menggunakan jalur tol Purbaleunyi.

Kendaraan kecil golongan I yang mengarah Jakarta masuk sodetan di KM 124 s/d Km 115.800 untuk dilaksanakan contraflow jalur A. Kendaraan besar golongan II s/d V tetap menggunakan jalur B di lajur 2 s/d melintas lokasi TKP Longsor. Kendaraan dari arah Jakarta menuju Bandung semua golongan tetap menggunakan jalur A tanpa contraflow (menggunakan bahu jalan dan lajur lambat s.d Km 124).

Pihak Jasa Marga pun sudah menyiapkan rambu-rambu untuk keamanan dan juga petugas untuk mengatur lalu lintas di tol Cipularang ini. Hanya saja untuk pelaksanaan pekerjaan penanganan dampak longsor di Jalan Tol Cipularang, pekerjaan akan dilakukan secara situasional sesuai dengan kondisi lalu lintas. Pekerjaan ini akan dihentikan jika memang arus lalu lintas sedang padat terutama di saat akhir pekan. 

Target perbaikan longsor yang dilakukan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat ini diprediksi memakan waktu selama 10 hari.

Selain skema contraflow yang akan dijalankan demi mengurai kemacetan, pemerintah juga sedang mencanangkan untuk mengenai cukai untuk setiap pembelian mobil. Untuk berita lebih lengkapnya, silahkan baca di "Untuk Kurangi Macet, Siap-siap Mobil Bakal Kena Cukai"

.

146
Tags
SERA