Skill vs Ijazah: Mana yang Lebih Dibutuhkan Dunia Kerja?

Skill vs Ijazah: Mana yang Lebih Dibutuhkan Dunia Kerja?

Berdasarkan laporan coursera belum lama ini, ada sekitar 68 persen perusahaan yang masih menganggap gelar akademik sebagai faktor penting dalam proses rekrutmen.

Perkembangan teknologi dan kecerdasan artificial intelligence (AI) membuat dunia kerja ikut berubah. Banyak yang memprediksi perusahaan akan mulai meninggalkan perekrutan berbasis ijazah dan lebih berfokus pada keterampilan atau skill.

 

Apakah gelar akademik akan benar-benar kehilangan perannya? Tenang, transformasi menuju skill-based hiring belum secepat yang diperkirakan.

 

Faktanya hingga kini perusahaan masih menganggap gelar, pengalaman kerja, sertifikasi, dan keterampilan sebagai pertimbangan utama dalam mencari calon karyawan.

 

Mencari kandidat yang benar-benar siap kerja dan sesuai kebutuhan perusahaan menjadi tantangan tersendiri. Karena itu, ijazah dan gelar masih dijadikan indikator awal dalam proses seleksi.

 

Gelar Akademik dan Pengalaman Kerja Masih Jadi Pertimbangan

 

Meski tren perekrutan berbasis keterampilan mulai berkembang, gelar akademik belum sepenuhnya kehilangan tempat.

 

Perusahaan masih mempertimbangkan latar belakang pendidikan, reputasi institusi, pengalaman kerja, hingga perusahaan tempat kandidat sebelumnya bekerja.

 

 

 

Berdasarkan laporan coursera belum lama ini, ada sekitar 68 persen perusahaan yang masih menganggap gelar akademik sebagai faktor penting dalam proses rekrutmen.

 

Meski begitu, bukan berarti gelar selalu lebih diutamakan dibanding keterampilan. Justru, perusahaan cenderung mencari kombinasi antara pendidikan, pengalaman, dan kemampuan yang relevan dengan pekerjaan.

 

Pengalaman kerja bahkan memiliki nilai tambah lebih kuat. Karena dari pengalamannya itu perusahaan memiliki gambaran tentang bagaimana kandidatnya menerapkan pemahaman dan skill yang dimilikinya secara nyata di dunia kerja.

 

Keterampilan Digital dan AI Semakin Dibutuhkan

 

Perubahan teknologi juga membuat jenis keterampilan yang dicari perusahaan ikut berkembang. Kemampuan menggunakan perangkat digital, hingga pemanfaatan AI semakin diutamakan.

 

Dari sisi perusahaan, penggunaan AI dalam proses rekrutmen memang membuat proses seleksi jadi lebih efisien. Tapi, penerapannya butuh sistem yang tepat, serta SDM yang kompeten.

 

Karena itu, proses seleksi dengan melihat CV, pendidikan, dan pengalaman kerja masih jadi pendekatan yang umum digunakan. Cara itu relatif lebih mudah diterapkan untuk memperoleh gambaran awal kompetensi kandidat.

 

Sementara itu, pencari kerja juga perlu membangun skill yang bisa dibuktikan, bukan sekadar mencantumkannya di CV. Misalnya lewat pengalaman kerja, magang, proyek, portofolio, sertifikasi, atau pengalaman organisasi.

 

 

 

Skill vs Ijazah, Mana yang Lebih Penting?

 

Pada akhirnya, dunia kerja saat ini masih membutuhkan keseimbangan antara ijazah, keterampilan, dan pengalaman.

 

Gelar akademik tetap menjadi pintu masuk ke dunia kerja. Tapi pengalaman dan kemampuan yang relevan juga jadi faktor penting untuk melihat kecocokan calon karyawan dengan posisi yang dilamarnya.

 

Jadi, ketimbang ketimbang pusing memikirkan mana yang lebih penting antara skill atau ijazah, lebih baik bangun keduanya bersamaan.

 

Tingkatkan kompetensi, cari pengalaman sebanyak mungkin, dan terus mengikuti perkembangan teknologi yang relevan dengan bidang pekerjaan yang dituju.

 

Tapi selain semua itu, pastikan juga perusahaan yang kamu lamar memiliki budaya kerja positif dan prospek karir yang jelas. Pilih perusahaan yang punya reputasi dan kredibilitas baik di bidangnya, seperti PT Serasi Autoraya atau SERA.

 

Ikuti terus berbagai informasi menarik dan penting lainnya seputar industri transportasi, lelang, logistik, tips karir, serta lowongan kerja yang tersedia di SERA group. Jangan lupa follow media sosial SERA:

 

© Copyright PT Serasi Autoraya 2026